Selasa, 02 Desember 2008

..Customer Relationship Management (CRM)..

Morning Sunshine!!


Para ahli memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai Customer relationship management (CRM). Secara umum, dapat disimpulkan bahwa CRM merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.


CRM didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.

CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dengan menjalin hubungan dengan tiap pelanggan yang berharga melalui penggunaan informasi tentang pelanggan. Berdasarkan apa yang diketahui dari pelanggan, perusahaan dapat membuat variasi penawaran, pelayanan, program, pesan, dan media. Melalui sistem yang menerapkan CRM, perusahaan membentuk hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, dimana perusahaan dapat mengetahui kebutuhan pelanggan dan menyediakan pilihan produk atau layanan yang sesuai dengan permintaan mereka.


Tujuan CRM, yaitu:

  1. Menggunakan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan

  2. Menggunakan informasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan

  3. Mendukung proses penjualan berulang kepada pelanggan

Tahapan CRM

Ada tiga tahapan CRM, yaitu (Kalakota dan Robinson 2001):

  1. Mendapatkan pelanggan baru (acquire).. Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.

  2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada (enhance).. Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (customer service). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost).

  3. Mempertahankan pelanggan (retain).. Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.


Klasifikasi CRM

Aplikasi yang menerapkan CRM diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

1. CRM Operasional

CRM Operasional dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran, penjualan, dan pelayanan.

Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan melalui web, diantaranya:

  • Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search

  • Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis

  • Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk

  • Menyediakan pemesanan on line

  • Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan


2. CRM Analitik

CRM Analitik dikenal sebagai “back office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam memahami kebutuhan pelanggan. CRM Analitik berperan dalam melaksanakan analisis pelanggan dan pasar, seperti analisis trend pasar dan analisis perilaku pelanggan. Data yang digunakan pada CRM Analitik adalah data yang berasal dari CRM Operasional.

Minggu, 19 Oktober 2008

Executive Information System

Morning Sunshine!!

What is Executive Information System?

EIS (Executive Information System) adalam system informasi yang berguna mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat menanganinya. Data khususnya gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik industri, dikumpulkan dari sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan organisasi pihak ketiga.

Advantage

1. mudah digunakan

2. menyaring data manajemen

3. efisiensi bagi pembuat keputusan

4. meningkatkan arus informasi

5. informasi yang disediakan mudah dimengerti

Disadvantage

1. tidak dapat menampilkan perhitungan yang sulit

2. Eksekutif sulit menghadapi informasi yang berlebihan

3. sulit menjaga data yang ada saat ini

4. dana implementasi di perusahaan cukup mahal untuk diterapkan di perusahaan kecil

5. system menjadi sulit diatur

6. kurang dapat dihandalkan dan keamanan data belum tentu terjamin

Application

1. Manufaktur

a. Mengevaluasi supplier, customer, barang yang sudah dibeli, dan menganalisis area pembelian, meningkatkan keefektifan perencanaan dan pengendalian produksi

2. Pemasaran

a. Membantu forecast penjualan, membuat decision making dalam marketing berjalan efektif dan mudah

3. Keuangan

a. Mengintegrasikan rencana dan dana dengan pengendalian kinerja. EIS merupakan tool yang baik untuk membantu eksekutif dalam menganalisa rasio keuangan, tren keuangan dan performa perusahaan beserta kompetitornya

Components

· HARDWARE

· SOFTWARE

· USER INTERFACE

· TELECOMMUNICATION

Semua Hal Tentang Bacode

Morning sunshine!!

Barcode yang dikenal orang umumnya tercetak pada kemasan produk suatu barang. Atau kita sering melihatnya ketika petugas kasir minimarket menscan kode-kode berbentuk garis saat kita selesai berbelanja.

Pengertian barcode

Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu (biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku).

Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandungi satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa.

Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh alat pengimbas (Barcode reader) yang akan menterjemahkan kode ini kepada data/informasi yang mempunyai arti.

Di supermarket, barcode reader ini biasanya digunakan oleh kasir dalam pencatatan transaksi oleh customer.

Tidak ada satu standard dari kode batang ini, malahan terdapat bermacam-macam standard yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya.

Sejarah barcode

Barcode pertama kali diperkenalkan oleh dua orang mahasiswa Drexel Institute of Technology Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland di tahun 1948. Mereka mempatenkan inovasi tersebut pada tahun 1949 dan permohonan tersebut dikabulkan pada tahun 1952. Tapi baru pada tahun 1996, penemuan mereka digunakan dalam dunia komersial. Pada kenyataannya penggunaannya tidak begitu sukses hingga pasca 1980an.

Jenis-jenis barcode

1. Barcode satu dimensi (linear barcodes)

Dari banyak jenis barcode yang berbeda-beda, hanya 6 yang umum digunakan antara lain: EAN, UPC, Interleaved 2 of 5 (ITF), Code 39, Codabar, dan Code 128.

EAN

EAN adalah singkatan dari European Article Number. Ada dua tipe utama barcode EAN: EAN 13 yang menampilkan angka tiga belas digit dan EAN 8 yang mengkodekan delapan digit. Dalam system ini digunakan kata digit dan bukan karakter. Tidak ada karakter Alphabet yang diperkenankan dalam kode ini.

EAN-13

Kode EAN-13 membagi kelompok dalam empat bagian, tiga angka untuk kelompok pertama, 4 angka untuk kelompok kedua, dan 5 angka untuk kelompok ketiga serta satu angka untuk kelompok keempat.

Tiga digit pertama mewakili Negara dimana barcode dikeluarkan, masing-masing Negara berbeda angka (nomor kodenya). Nomor 899 diberikan untuk Indonesia. Tidak ada Negara lain di dunia yang akan memakai angka 899 kecuali Indonesia, angka ini biasanya dikenal sebagai FLAG sehingga tidak mungkin ada nomor yang dikeluarkan di dua Negara terpisah dengan nomor yang sama. Hal ini diatur oleh EAN International. Keempat digit kode berikutnya adalah untuk perusahaan pengguna (manufactur number). Jika perusahaan disebut “ABC” diterbitkan dengan nomor perusahaan “5522”, semua hal yang ditandainya harus mempunyai barcode yang dimulai dengan tujuh angka “8995522”. Karena tidak ada perusahaan Indonesia lainnya yang akan diterbitkan dengan nomor “5522”, maka hal ini tidak akan ada angka duplikasi. Susunan lima digit berikutnya mewakili kode produk dan dialokasikan oleh perusahaan untuk produk-produk unik. Perusahaan harus secara mutlak memastikan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan nomor yang sama dua kali. Jika produk diganti dengan cara apapun juga, sekecil apapun jumlahnya (sekalipun sedikit mengganti kemasan dengan menambahkan kata ekstra “NEW FORMULA”), nomor lima digit barus harus dialokasikan.

Dalam rencana produk pertama “ABC”, dengan nomor barcode “00001”, maka akan mempunyai nomor barcode “899552200001”. Untuk melengkapi kode EAN 13 (13 digit), sebuah CHECK DIGIT tercantum pada angka terakhir sesudah 12 digit terpasang. Check digit disusun secara aritmatik dari dua belas digit pertama. Sebuah perangkat lunak desain (barcode) secara otomatis akan dapat menghasilkan (menghitung) check digit ini. Check digit digunakan oleh barcode reader (alat baca barcode) untuk memastikan agar dibaca secara akurat. Reader (alat baca) barcode akan membaca keseluruh tiga belas digit dari kanan ke kiri (sebaliknya), menyusun dari keduabelas pertama angka berapa yang seharusnya menjadi digit ketigabelas dan jika hitungan ini benar, maka reader akan menganggap bahwa keseluruhan kode telah dibaca dengan benar.

EAN-8

Barcode EAN 8 dibuat dengan cara serupa dengan EAN 13. Ketiga digit pertama merupakan Flag, yang diikuti oleh empat digit Pengenal Singkat (Short Identifier) berikutnya. Pengenal ini terdiri dari dua digit nomor perusahaan dan dua angka lainnya untuk produk yang unik. Digit terakhir juga merupakan check digit.

UPC (Universal Product Code)

UPC diciptakan oleh Amerika Serikat yang mewakili Kode Produk Universal (Universal Product Code) dan setara dengan European Article Number, EAN. Kode-kode UPC mudah dilihat mata yang tak terlatih yang hamper tepat sama dengan kode-kode EAN, tetapi hanya akan mengkodekan dua belas digit (UPC-A) dan delapan digit (UPC-E)

INTERLEAVED 2 OF 5

Tipe barcode lainnya adalah yang dikenal dengan nama Interleaved 2 of 5 atau ITF, seperti EAN, maka kode ini merupakan simbologi yang hanya terdiri dari angka-angka tetapi panjangnya dapat berubah-ubah. Satu-satunya factor pembatas untuk panjang kode ITF adalah kemampuan alat baca yang akan digunakan untuk membaca kode tersebut dan juga bahwa ITF harus memiliki jumlah digit genap. ITF digunakan untuk aplikasi industri dimana kode angka saja sudah mencukupi dan juga digunakan dalam lingkungan penjualan eceran untuk menandai BUNGKUS LUAR. ITF juga digunakan oleh pedagang eceran perhiasan, sepatu, garmen/pakaian dll, karena karakter panjangnya yang dapat diubah-ubah.

CODE 39

Code 39 yang juga dikenal sebagai code 3 of 9, merupakan kode pertama berupa Alpha Numeric (huruf dan angka). Kode tersebut dapat membaca seluruh huruf besar abjad dan karakter angka serta karakter tambahan seperti -$ / + % * dan spasi. Huruf kecil tidak dapat dikodekan. Code 39 juga dimulai dan diakhiri dengan tanda bintang (*) yang dikenal sebagai kartakter start/stop dan hanya boleh digunakan pada awal dan akhir kode.

CODABAR

Barcode lain yang umumnya digunakan adalah simbologi CODABAR, seperti Code 39 tetapi hanya angka-angka dan $ - / + saja yang dapat dikodekan. Karakter alpha tidak dapat dikodekan. Codabar juga menggunakan karakter start/stop, yaitu A, B, C dan D dan dapat digunakan sembarang kombinasi: satu untuk memulai kode dan satu untuk mengakhirinya. Dewasa ini simbologi ini sudah jarang digunakan.

CODE 128

Code 128 merupakan symbol barcode yang namanya mendefinisikan kemampuannya untuk mengkodekan seluruh karakter ASCII 128. Simbol ini juga terkenal karena kemampuannya mengkodekan karakter-karakter tersebut dengan menggunakan unsure kode per-karakter yang lebih sedikit sehingga menghasilkan kode yang lebih padat. Kode ini memiliki ciri khusus berupa karakter start dan stop yang unik untuk pengkodean dua arah dan panjangnya dapat diubah-ubah, baik paritas karakter bar maupun spasinya dan sebuah cek character untuk integritas symbol.

2. Barcode dua dimensi

Adalah barcode yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi baru sekarang ini mulai semakin populer. Barcode dua dimensi ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan linear bar codes (barcode satu dimensi) yaitu, dengan menggunakan barcode dua dimensi, informasi atau data yang besar dapat disimpan di dalam suatu ruang (space) yang lebih kecil. Contoh barcode dua dimensi adalah “symbology PDF417” yang dapat menyimpan lebih dari 2000 karakter di dalam sebuah ruang (space) yang berukuran 4 inch persegi (in2).

Cara kerja barcode

Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut. Selanjutnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca. Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi. Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse. Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible. Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital. Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem outpu RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.

Membaca barcode

Barcode UPC yang terdiri dari 13 angka yang tersusun dari tiga angka pertama merupakan kode negara, empat angka berikutnya merupakan kode manufaktur produk tersebut diproduksi, lima angka berikutnya merupakan kode produk yang akan dipublish, 1 angka terakhir merupakan check digit. Check digit ini merupakan suatu “ old-programmer’s trick” untuk mengvalidasikan digit-digit lainnya (number system character, manufacturer code, product code) yang dibaca secara teliti.

Manfaat

Ada banyak manfaat dari barcode ini antara lain:

Pengumpulan Data yang cepat dan dapat diandalkan. Pemasukan data lebih cepat terlaksana; 10,000 kali lebih akurat. Mengurangi Biaya: Biaya tenaga kerja; Mengurangi kerugian pendapatan akibat kesalahan pengumpulan data lapangan. Memudahkan dalam mengatur level persediaan. Meningkatkan kerja manajemen. Pengambilan keputusan lebih baik; Akses cepat kepada informasi yang dibutuhkan.

Senin, 06 Oktober 2008

System Analyst

Morning Sunshine!!

Topik yang ingin gw angkat kali ini adalah mengenai system analyst. Sebuah topik menarik yang mencoba memaparkan hal-hal seputar system analyst, seperti apa sebenarnya system analyst itu, seperti apakah pekerjaanya, kualifikasi dan pengalaman seperti apakah yang diperlukan oleh sebuah perusahaan dalam mempekerjakan system analyst, dan seberapa besar gaji seorang system analyst itu.

What is the work like?

System analyst merupakan suatu profesi yang banyak diminati oleh masyarakat dari belahan dunia manapun. Salah satu negara yang sangat appreciate dengan profesi ini adalah Inggris. Di Inggris, jumlah peminat dari profesi ini memiliki jumlah yang besar, terutama di London dan beberapa kota di wilayah asia tenggara Inggris.

Seorang system analyst harus mampu mengakses sistem IT yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan kemudian membuat improvement-nya. Tugas system analyst yaitu mengidentifikasi kebutuhan klien (perusahaan), kemudian membuat draft mengenai rencana yang perlu dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti system IT tersebut. Setelah itu membuat proposal mengenai studi analisa kelayakan (feasibity studies) dan membuat rekomendasinya. Setelah itu, kita mulai mendirikan sebuah sistem dari rekomendasi yang sudah di-improve sebelumnya. Sistem baru ini kemudian di-install dan di-upgrade, dicoba diterapkan di perusahaan dan diuji apakah sudah bekerja dengan efisien atau belum. Setelah sistem ini benar-benar bekerja dengan efisien, reliable dan flexible enough untuk diterapkan, kita dapat mengadakan pelatihan mengenai instruksi manual kepada para staf agar mampu menyesuaikan dengan sistem yang baru atau upgraded system.

System analyst harus mampu memahami beberapa software yang mampu menunjang pekerjaannya seperti SQL, Visual Basic, C++, Java, Unified Modelling Language (UML), dan SAP business software applications.

Standarnya, system analyst bekerja 37 – 40 jam per minggu, namun semuanya bergantung pada klien. Jika mendadak ada claim, maka bisa jadi system analyst harus mengejar deadline dan terpaksa mengorbankan waktu liburnya untuk overtime.

Pada dasarnya, system analyst dibagi menjadi tiga tingkat yaitu newly qualified systems analyst, experienced analyst, dan senior analyst. Setiap tingkatan memiliki kualifikasi yang berbeda sesuai dengan kualifikasi dan pengalamannya masing-masing.

So, what qualifications and experience will employers look for?

Mempunyai latar belakang pendidikan di bidang IT atau bidang lainnya yang terkait, seperti:

  • computer science/studies
  • information management systems
  • business information systems
  • maths and operational research

Bagi yang bukan berasal dari lulusan IT atau bidang yang terkait dengan IT seperti di atas, namun ingin menjadi seorang system analyst, Anda dapat mengambil S2 atau postgraduate di bidang IT. Tetapi, pengalaman kerja di dunia industri tetap menjadi syarat untuk menjadi seorang system analyst.

Then, what skills and knowledge will a system analyst needs?

  • problem solver
  • memilki pengetahuan mengenai software, hardware, dan programming
  • mampu mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi
  • memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  • solutif dalam memberikan ide
  • memiliki keahlian dalam bernegosiasi
  • mempu bekerja dalam teamwork
  • mampu bekerja di bawah tekanan dan deadline
  • mampu merencanakan dan me-manage sebuah proyek
  • memiliki apresiasi yang baik terhadap wider business demand
  • mampu bekerja dengan budget yang diberikan klien
  • up to date dengan perkembangan teknologi

What salary and other benefits can a system analyst expects?

Gaji seorang system analyst berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya dan besarnya bergantung pada tingkatan kerja atau bisa dibilang “jabatan”nya masing-masing. Pada perusahaan Inggris (U.K Companies), standar gaji seorang system analyst berkisar antara:

  • Untuk seorang newly qualified systems analyst: £19,000 and £24,000 per tahun (Rp 23.750.000 – Rp 30.000.000 per bulan)
  • Untuk seorang experienced system analyst: £25,000 and £45,000 per tahun (Rp 31.500.000 – Rp 56.250.000 per bulan)
  • Untuk seorang senior system analyst: di atas £50,000 per tahun (di atas Rp 62.500.000 per bulan)

Woooww!!!!

Interested?

Selasa, 23 September 2008

Electronic Data Interchange

Morning sunshine!!!

Topik yang mau gw angkat kali ini tentang EDI yang kepanjangannya ialah Electronic Data Interchange..

EDI merupakan perangkat data yang sangat penting dalam dunia bisnis elektronik atau E-bussiness.

EDI ialah suat mekanisme pertukaran data untuk keperluan bisnis secara elektronik.
EDI juga diartikan sebagai sebuah standar yang digunakan dalam sistem informasi yang mempermudah transaksi antara atau (dan) dalam bisnis, organisasi, pemerintahan dan kelompok masyarakat lainnya secara elektronis.
Standar tersebut menggambarkan struktur dokumen terinci yang mempercepat proses bisnis.

Namun dalam implementasinya, EDI memiliki kelemahan yaitu sangat spesifik dan tertutup sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dengan adanya internet, mulai muncul adanya EDI (over) internet dan open EDI yang diharapkan mampu menekan biaya.


Hmm..okay..kayanya segitu dulu informasinya...nanti kalo ada tambahan akan gw edit ulang lagi...

smoga bermanfaat... =]

E-Commerce

Morning sunshine!!

Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis.
E commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
E-Commerce / Electronic Commerce (e-business) merupakan kegiatan bisnis yang dijalankan (misalnya transaksi bisnis) secara elektronik melalui suatu jaringan (biasanya internet) dan komputer atau kegiatan jual - beli barang atau jasa (atau mentransfer uang) melalui jalur komunikasi digital.

Jenis eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda.

Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:
1. Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
2. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
3. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
4. Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
2. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
3. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
4. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Tujuan dari aplikasi e-commerce adalah :
1. Orang yang ingin membeli barang atau transaksi lewat internet hanya membutuhkan akses internet dan interface-nya menggunakan web browser
2. Menjadikan portal e-commerce / e-shop tidak sekedar portal belanja, tapi menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan membangun basis komunitas, membangun konsep pasar bukan sekedar tempat jual beli dan sebagai pusat informasi (release, product review, konsultasi, etc)
3. Pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis, Informatif dan komunikatif
4. Informasi yang up to date, komunikasi multi-arah yang dinamis
5. Model pembayaran : kartu kredit atau transfer

Brarti mudah banget kan kalo mau belanja, atau pun transaksi apa aja jadi mudah kan?? ga perlu dateng ke shopping mall, ato ngantri di bank, ato di mana gitu… okay…so, what do you choose??
Okay, cukup sekian informasi tentang E-commerce dari gw,, semoga bisa bermanfaat buat ke depannya yaa…
don’t forget to leave a comment..please…

Selasa, 16 September 2008

All About Knowledge Management

Morning sunshine!!

Hai..hai.. kita bertemu lagi… :]

Well, postingan kali ini hampir ga jauh beda dengan sebelumnya.. Di postingan ini ada additional knowledge yang gw dapet setelah belajar MIS dan gw pengen sharing ke kalian semua. Aga berat sih topiknya..yah semoga enjoy deh bacanya..

Sebelumnya gw mau ceritain dikit knowledge management (KM) itu apa?

Kebetulan KM adalah salah satu topic pembahasan dalam mata kuliah MIS. Dan dalam silabus mata kuliah FT UI, KM merupakan salah satu mata kuliah pilihan Teknik Industri. Of course, KM pasti bukan suatu hal yang tabu atau awam lagi donk karena di era pengetahuan seperti sekarang ini, tiap orang nyaris dituntut untuk ga sekadar tau apa itu KM tapi juga ngerti dan paham betul apa itu KM, bahkan sampe kepada hal-hal yang lebih detail tentang KM dan bagaimana implementasinya. Buktinya apa? Sudah banyak banget perusahaan yang sudah mengimplementasikan KM di perusahaannya masing-masing. Kalo ga percaya search aja di internet. Banyak banget kok artikel-artikel tentang implementasi KM di perusahaan yang bertebaran di internet.

Jadi, Knowledge Management itu apa sih?

Sederhananya KM adalah bentuk proses yang mengkoordinasikan penggunaan pengetahuan dari sebuah organisasi. yang terdiri dari 4 komponen People, Process, Content, Technology.

Gw mengutip dari sebuah sumber, tentang definisi yang paling gw suka yaitu Pengelolaan knowledge perusahaan (organisasi) dalam menciptakan nilai bisnis (business value) dan menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan (sustainable competitive advantage) (Amrit Tiwana).

Guess what? Blog pun salah satu IT enabler dari KM. Kenapa enabler? soalnya IT bukan factor mutlak keberhasilan KM. IT sendiri emang bagian dari technology, tapi bukan technologynya, tapi enabler..(enabler = pendukung).

Gw mengutip dari salah satu sumber yg gw baca, “Knowledge Management dalam konteks organisasi pembelajar”oleh Jan HidajatTjakraatmadja(Prof dari SBM)-Donald CrestofelLanto, bahwa hal yang esensial dalam Knowledge Management yaitu membentuk lingkungan belajar yang kondusif, sehingga para pekerja termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi atau pengetahuan yang disediakan perusahaan, dan mengembangkan pengetahuan individualnya, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan baru yang didapatnya untuk menjadi pengetahuan organisasi. Artinya KM dibutuhkan untuk mengelola proses transformasi pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi.

Trus, hubungan KM dengan IT?

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan produktivitas penemuan pengetahuan (mempermudah proses pengelolaan organisasi) serta mempercepat proses implementasinya sehingga memungkinkan organisasi untuk mendistribusikan pengetahuan di dalamnya.

Nah, ngomong-ngomong tentang implementasi KM, dari artikel yang gw dapet dari tugas MIS kemaren, gw dapat menyimpulkan bahwa implementasi KM di Tata Steel (perusahaan besar di India) tidak bisa dipandang sebelah mata apalagi melihat kiprahnya yang ga Cuma exist di India tapi juga di Asia bahkan dunia internasional.

Lantas bagaimana proses transfer knowledge di Tata Steel itu terjadi?

Tata Steel sendiri udah mengelola KM di India sejak 1999, udah banyak peningkatan dan perubahan yang dilakukan oleh Tata Steel. KM merupakan salah satu perangkat penting yang memungkinkan Tata Steel merajai pasar global hingga kini. Dari salah satu sumber dikatakan bahwa transfer knowledge di Tata Steel mengenal 3 jenis strategi, yakni codification (yang kontribusinya berasal dari individual), personalization (yang kontribusinya berasal dari tim atau sekelompok orang), dan knowledge diffusion (yang kontribusinya berasal dari pergantian kepengurusan yang lama dengan pengurus yang baru).

Masing-masing individu di Tata Steel dapat memberikan kontribusi knowledge, hasil dari pengalaman learning baik itu sukses maupun gagal. Selanjutnya, para expert mengevaluasi knowledge ini sebelum menambahkan evaluasi mereka untuk memperkaya knowledge tersebut. Produk-produk knowledge ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari FAQ, best practice hingga makalah yang dimasukkan ke dalam database tersendiri. Mereka juga berhak bertanya akan hal-hal yang kurang dimengerti kepada serangkaian expert yang relevan di bidangnya masing-masing. Database knowledge yang dimiliki oleh Tata Steel terdiri dari serangkaian best practice, belajar dari kegagalan, adopsi praktik baru, knowledge tentang pesaing, knowledge tentang pelanggan dan supplier, benchmark, dan lainnya. Knowledge ini kemudian digunakan pada area kerja tertentu, sehingga menghasilkan manfaat. Beberapa kontribusi yang bagus langsung disebarkan kepada karyawan melalui email. Mereka yang memperoleh manfaat dari kontribusi knowledge ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan penulis original knowledge tersebut, sehingga database akan menjadi semakin lengkap. Knowledge juga dijaga agar selalu update dan kontemporer. Sehingga, knowledge yang lama ditaruh dalam arsip dan knowledge dengan subjek lama dihapus. Ini menjadikan database KM perusahaan selalu update dan lengkap, sehingga karyawan bisa memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaannya.

Dengan terimplementasinya KM di Tata Steel, banyak sekali perubahan dan manfaat yang sudah didapat oleh Tata Steel. Perusahaan tersebut semakin exist dan mampu meraih profit yang besar . Selain itu, implementasi KM bermanfaat dalam hal menumbuhkembangkan pengetahuan organisasi, sebagai modal untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Buktinya, saat ini Tata Steel termasuk salah satu raksasa global di India dan sering menjadi finalis maupun pemenang dalam ajang (Most Admired Knowledge Enterprise) di India dan Asia.

Well,itu aja sih.. Mungkin udah pada banyak yang tau tentang KM atau bahkan lebih tau dan ngerti dari gw yaa?? Semoga aja postingan kali ini bisa nambah perbendaharaan ilmu kalian tentang Knowledge Management dan kalo bisa kasih comment yah :]

Jangan bosen-bosen belajar yaa, tman-tman..

Perbedaan IT dan IS... Hmmm...apa yaa??

Morning sunshine!!

Mungkin kalo bukan karena tugas pertama MIS yang disuruh mencari perbedaan Information System (IS) dengan Information Technology (IT), gw ga bakalan pernah tau sampe skarang apa itu IT dan IS bahkan gw gay akin gw mampu bikin posting-an ini.. :]

Well, dari singkatannya aja udah beda, yang satu IT, yang satunya lagi IS. Of course, content and maknanya juga beda doonk :] So far, menurut gw sih dari informasi yang gw dapet di internet IS refers to a system of persons atau data record, maksudnya mungkin IS merupakan aktivitas yang memproses data dan informasi yang mendukung aktivitas manusia, sementara kalo IT refers to electronic computers dan computer software untuk meng-convert, menyimpan, melindungi, mengolah, men-transmit, dan mendapat informasi dengan aman. IT lebih menyangkut tentang hal-hal seperti study, design, development, implementation, support atau management of computer-based information systems, baik aplikasi computer berupa software mau pun hardware.

Ada juga yang sumber yang menyatakan perbedaannya seperti ini:

- Information Systems (IS) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien

- Information Technology (IT) mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari.

Aduh, berat banget nih topiknya.. Ya uda ah, segitu dulu transfer knowledgenya..

Semoga bermanfaat dan kalo ada yang mau nambahin, silahkan kasih comment…

See yaa!!

Little story about me

Morning sunshine!!

Berikut ini sedikit hal tentang gw…

Well, actually my name is Shinta Juliastri, but my friends used to called me Ijul.. Hmm.. but I really don’t mind at all… Saking ga keberatannya, kadang-kadang kalo memperkenalkan diri ke orang, gw suka klupaan dengan nama asli gw dan memperkenalkan nama gw sendiri dengan sebutan Ijul.. hmm…

Well,gw lahir di Jakarta,,kurang lebih 20 tahun yang lalu. Saat ini gw sedang menjalani perkuliahan di semester 5 –yang kata senior gw ini adalah semester terberat yang dipenuhi dengan tugas-tugas– di Departemen Teknik Industri, FT UI.

Kalo ngebicarain tentang prestasi,, sebenernya hampir ga ada prestasi yang bener-bener membanggakan banget sih.. :] Aduh,, jadi malu nih.. soalnya prestasi yang gw raih itu bukan prestasi yang bener-bener bisa ngebanggain sejuta umat kaya dapet medali emas di Olimpiade Beijing 2008, jadi juara I di Olimpiade Fifika Internasional atau kaya mewakili Indonesia di ajang Miss Universe, atau sekedar mendapat Nobel Prize (sekedar????)… :D ahahahaa… Yah, prestasi yang pernah gw raih standard lah, malah sebenernya biasa aja kaya jadi juara selama sekolah dulu, trus pernah jadi juara 3 lomba dance se-Jakarta waktu SMP dulu, trus apa lagi yah???aduh..belum ke pikiran nih.. Tapi di antara semua itu, buat gw, keterima di Teknik Industri UI adalah prestasi yang paling membanggakan seumur hidup gw –sampai saat ini– .

Dulu gw sempet sekolah di sini:

TK : TK STRADA INDRIYASANA

SD : SD STRADA WIYATASANA

SMP : SMP STRADA MARGA MULIA

SMA : SMA N 28 JAKARTA

Kegiatan positif yang pernah gw kerjakan adalah pertama jadi anak MPK pas SMP, cuma gw lupa banget bidangnya apa :] Kedua, WaKabid I Rokris MPK SMAN 28 2003-2004. Ketiga, jadi Sekretaris Rokris 2004-2005. Keempat, staff Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) IMTI MASA TRANSISI 2007. Kelima, volunteer di Kersos FT UI 2007. Keenam, ikut kepanitiaan selama SMA (Pensi Skul gw) dan kuliah baik di tingkat TI mau pun di FT, kaya MK, Liga Jurusan, TC, T-Fest, SPWI, dll yang pasti ga mungkin gw sebutin semuanya yah karena masih banyak yang mw gw omongin di page ini. hehehe.. Ketujuh, jadi volunteer Greenpeace. Terakhir, kuliah. Itu juga kegiatan positif kan?? karena dengan kuliah banyak ilmu dan pelajaran yang gw dapet. Salah satunya di mata kuliah Management Information System (MIS) dengan kode IES 310805 dan dosen pengajarnya adalah Ir. M. Dachyar, MSc dengan email mdachyar@yahoo.com. Contoh nyata dari kegiatan positif yang gw dapet di mata kuliah ini yaa dengan terpublishnya blog tercinta ini,, :]

Well, cukup segitu aja deh.. daripada lu sakit mata ngeliat “segudang” prestasi gw yang membanggakan itu..hehehehehe.. (sisi jangan ketawa lu!)

Feel free to come to my blog anytime and please give any comments for me.. Thank You.. See yaa!!